Korban Instagram Syndrome : Asthari Resto & Lounge, Kuta Beach


Okey Google, selanjutnya kita mau kemana lagi ?.

"Kita harus mencari tempat kece lagi yang bisa buat mupeng dan ketagihan", jawab Google. Kalo buat mupeng sih hukumnya wajib. Asalkan jangan buat cewek-cewek kabur habis baca tulisan ini aje ( abaikan ).

Ini masih berhubungan dengan cerita trip saya ke Pantai Telawas di postingan beberapa hari yang lalu. Masih di sekitaran Lombok Tengah, tepatnya di daerah Pantai Kuta. Perjalanan kurang lebih lima belas menit dari Pantai Telawas ke daerah Kuta. Gak jauh memang, apalagi panorama alam yang indah terlihat di sepanjang jalur antara Telawas dan Kuta.

Tempat selanjutnya yang kami "Crew Patrick" datangi bukan pantai, air terjun atau bukit. Tapi salah satu resto & lounge yang sangat ngehits di instagram ( dilanda Instagram Syndrome ).



Sebut saja namanya Asthari Resto & Lounge, Kuta Beach. Resto ini berada di atas Pantai Kuta. Tepatnya berada di tanjakan jalur antara Pantai Kuta dengan Pantai Mawun. Ini bukan di Bali lhoo ya, tapi Pantai Kuta Lombok ( penegasan ).

Waktu menunjukkan jam dua siang. Ternyata hari ini gak turun hujan, keberuntungan buat kami. Tapi siang hari ini cukup panas sehingga kami kelelahan melakukan perjalanan dari Pantai Telawas menuju arah Pantai Kuta. Kulit yang tadinya item, semakin item ( sampe gak bisa bedain mana papan tulis sama kulit ). Walaupun tambah item, wajah kami khususnya saya gak hilang dari kegemesan ( pujilah sebelum orang lain memuji ).





Kembali ke Asthari Resto & Lounge !!!

Saat kami tiba, pengunjung gak terlalu ramai karena mungkin masih siang. Hari ini memang keberuntungan buat kami berdua belas. Setelah mendapat tempat duduk yang cocok yaitu di sisi bagian kanan ujung ( dibayangin saja sendiri ). Saya baru sadar kalo tempat ini kece sekali.
Pemandangan dari atas bukit, terlihat deretan pantai dari Pantai Kuta, Seger, Tanjung Aan bahkan Teluk Gerupuk juga terlihat dari kejauhan.

Apa keunikan dari tempat ini ?

Sesuai dengan postingan yang sengaja saya tulis. Saya berbagi cerita tentang keunikan resto ini. Tenang saja, bukan kejelekan tapi keunikan.hehehe.

Kalo menurut saya, keunikan dari resto ini yakni anti alas kaki. Maksudnya? Ya kita sebagai pengunjung sebelum masuk ke dalam resto harus melepas semua alas kaki yang kita pakai. Seperti masuk ke dalam masjid untuk shalat. Jadi sendal / sepatu yang kalian pakai harus dilepas di depan pintu masuk bangunan Asthari. 

Itu berarti sang pemilik Cinta Kebersihan alias gak mau tempatnya kotor. Kalo yang ini sih saya salut sekali. Bila dilihat dari depan, sebenarnya resto ini seperti rumah unik mirip seperti bangunan Disney land kalo nonton film produksi Disney, biasanya ada tuh saat film baru mulai, lengkap dengan kembang apinya ( doyan nonton bioskop ). Jadi wajar saja kita buka alas kaki. Ini rumah pinggir tebing yang diubah menjadi sebuah resto & lounge.

Asthari sudah buka beberapa tahun yang lalu. Pertama kali buka, tempat ini belum terkenal di kalangan cabe-cabean yang suka selfie terus posting di instagram. Yang saat ini dilanda Instagram Syndrome pasti mengerti maksudnya ( nyindir diri sendiri ). Jadi,gara-gara ulah manusia yang terkece memposting foto mereka di instagram, kita semua jadi mupeng sama tempat ini. Pasti yang tersindir mengerti maksud saya ini ( nyindir diri sendiri juga ).





Tempat ini sebelum ngehits di instagram, pengunjungnya kebanyakan Mr.Mrs bule sampe sekarang. Setelah ngehits, jangan harap kita bisa dapat posisi duduk yang kita harapkan karena tempat ini sudah dikenal banyak orang. Bisa-bisa kita ngantri, parahnya rebutan tempat duduk ( semoga saja gak demikian ).

Ngebahas soal menunya, kami hanya memesan menu yang ringan saja. Menyesuaikan dengan kondisi budget gitu ( keliatan kerenya ). Saya memesan segelas espreso coffe panas dengan banana jus ( gaya dikit berbahasa Inggris Sasak ), lengkap ada minuman panas dan dingin. Sedangkan yang lain ada yang memesan aneka jus yang saya gak tau namanya.

Menilai minuman yang saya pesan, untuk espresso coffenya sangat enak tapi kurang banyak menurut saya, pahit gimana gitu. Espresso Coffe saya kasi nilai 80 dari 100. Sedangkan untuk Jus Banananya, rasanya sih enak. Rasa pisangnya original banget, bukan rasa pisang-pisangan. Gelas jusnya besar sekali sesuai dengan porsi saya. Jus Banana saya kasi nilai 90 dari 100.

Untuk harga segelas espresso coffe dibudget seharga 25 ribuan, sedangkan aneka jusnya seharga 25 ribu juga. Secara keseluruhan harga menu disini sesuai dengan isi kantong kita. Gak murah dan gak mahal, yang sedang-sedang saja ( sambil goyang dangdut ).

Untuk makanannya sendiri ada kentang goreng, roti bakar dan lain-lain, standar cafe. Harganya pun standar cafe yang ada di Kota Mataram juga.






Nilai jual tempat ini yang jelas panorama alamnya. Pantai dan perbukitan hijaunya yang terlihat dari kejauhan. Duduk santai di atas bean bag yang sudah disediakan sambil minum segelas coffe dan jus, lengkap dengan melihat surganya Pulau Lombok. Saya pribadi gak pengen cepat-cepat meninggalkan tempat ini. Kami pun sempat tertidur karena kecapean ( foto yang terakhir jangan ditanya, itu orang lagi numpang eksis aje,hahahahaha )

Ruangan di Asthari terbagi menjadi dua bagian. Ada ruang indor dan outdoor. Paling enak sih di outdoor, kita dapat menikmati Pantai Kuta dan kawan-kawan sambil menikmati hidangan sesuai selera kita.

Bagi yang belum kesini, segera datang ke resto & lounge kece ini. Dijamin gak mau pulang bila sudah berada di dalam resto yang sudah ada beberapa tahun yang lalu. Jujur saja, sebelum kesini kami semua sudah tertular yang namanya Instagram Syndrome. Penyakit yang paling cepat penularannya, obatnya hanya satu yaitu pergi ngetrip ke tempat yang kita mupengin seperti kami ini.

Salam Instagram Syndrome !!! :)

Penulis : Lazwardy Perdana Putra
google.com

Komentar

  1. sayah bingung menentukan, mau ke Selong Selo atau Asthari...hahaha, kayanya harus nambah 1 hari lagi di Lombok #tambahgakmaupulang :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok dimepetin seharian explore bagian Selatan Lombok :)

      Hapus
  2. Leyeh2 manja dengan pemandangan kece mah damai yessss

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mas Cumi..hehehe skalian tidur ngorok jg gpp

      Hapus

Poskan Komentar