Pages

Air Terjun Candi Batu, Sambik Elen : Private Waterfall


Desa Sambik Elen ?

Mungkin desa ini masih terlalu asing di telinga kalian. Saya juga baru mengenal desa ini dari temen-temen instagram. Desa ini mendadak terkenal karena adanya air terjun cantik di wilayah yang berbatasan langsung dengan Lombok Timur ini. Desa Sambik Elen terletak di Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Butuh waktu 2,5 jam perjalanan dari Kota Mataram menggunakan motor atau mobil. Kalian boleh pake sepeda juga kalo kuat sekalian gowes ( gak ajaran sesat lhoo )

Beberapa minggu yang lalu, saya berkesempatan ngetrip ke desa ini karena penasaran dengan air terjun yang kece bila diliat dari foto-foto temen di instagram, sebut saja Air Terjun Candi Batu. Air Terjun Candi Batu baru dibuka sekitar satu bulan yang lalu dan mendadak terkenal dengan bantuan temen-temen yang eksis di instagram. Jadi, karena dibuat mupeng ( muka pengen ), saya cari hari libur kerja untuk mengexplore air terjun yang hampir mirip dengan air terjun yang sudah saya explore sebelumnya. Mungkin kalian masih ingat sama Air Terjun Mangku Sakti dan Air Terjun Mangku Kodeq yang sudah saya ceritakan sebelumnya. 



Ada dua jalur yang bisa kalian lalui menuju air terjun ini. Pertama, melalui jalur utara ( Mataram - Bayan ). Kedua, melalui jalur timur ( Mataram - Sembalun ). Kedua jalur ini sama-sama bagus dan aman. Bila yang ingin sekalian melihat Desa Sembalun, desa tertinggi di Pulau Lombok, bisa melewati jalur timur. Melewati hutan lebat serta menanjak deretan perbukitan yang masih dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Siapkan kendaraan kalian sebaik mungkin agar gak mogok saat menanjak. 





Hampir 2,5 jam perjalanan yang ditempuh dari Kota Mataram dengan pantat yang sudah gak terasa bila dicubit karena kelamaan duduk di atas motor, tibalah kami di Desa Sambik Elen. Saya ditemani oleh adik sepupu dalam ngetrip kali ini mencari lokasi air terjun yang bernama Candi Batu. Ternyata kami gak perlu susah-susah bertanya ke warga desa karena terdapat plank petunjuk letak Air Terjun Candi Batu berada. Terasa perjalanan dibuat lancar sesuai dengan harapan kami. 

Dari jalan besar Desa Sambik Elen, kita melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun. Kondisi jalan yang tadinya 100 % aspal, berubah menjadi jalan berbatu campur dengan tanah dan debu. Ditambah lagi jalan yang berkelok-kelok menanjak dan menurun. Perlu ekstra hati-hati dalam mengemudikan kendaraan kita terutama kondisi ban motor. Untuk mobil, disarankan untuk memarkir mobilnya di tengah Desa Sambik Elen dan melanjutkan dengan berjalan kaki. Jarak gak terlalu jauh, hanya 200 meter saja dari air terjunnya. 




Setelah sampai di parkiran motor, kami bertemu dengan dua orang yang bernama Faisal dan Ahyar ( kalo gak salah ) yang masih kuliah. Dari ceritanya, mereka adalah dua anak yang telah menemukan Air Terjun Candi Batu dan mempostingnya di facebook. Jadi, dari sinilah asal usul terkenalnya Air Terjun Candi Batu. Gak lupa saya berfoto bersama mereka berdua sebagai kenang-kenangan ( bisa diliat foto di atas ). Berhubung sudah kenalan, kami digratiskan bayar parkir motor. Thanks mas broo ( antara heran dan bingung, kok bisa jadi gratis...hehehe ).

Dari parkiran motor hingga sampai di lokasi air terjunnya, kami harus menuruni sebuah tebing dan menyusuri sungai yang airnya cukup deras. Tapi tenang saja ada bantuan tangga kayu untuk menuruni bebatuan yang cukup besar yang agak susah dituruni. Setelah 10 menit soft trekking, tibalah kami di Air Terjun Candi Batu. Gak salah memang kami kesini, gak nyesel dah pokoknya. Sama persis penampakannya dengan yang ada di instagram, Kece abis mas broo..!!!



Cuaca saat itu lagi sedikit mendung karena sudah memasuki musim penghujan. Tapi walaupun begitu, air sungainya sesuai dengan harapan yaitu berwarna hijau keputihan ( mengandung belerang ). Aliran sungainya langsung berasal dari Gunung Rinjani, jadi gak terpengaruh dengan musim kemarau. Bentuk dari air terjun ini juga lumayan unik, dialiri satu aliran sungai utama yang dipisahkan menjadi dua oleh batu, sehingga terjadilah dua air terjun kembar yang memiliki ketinggian kurang lebih 10 meter. Kenapa gak dinamakan Air Terjun Kembar saja ya ?. 

Kenapa dinamakan Candi Batu?. Namanya candi bila kita bayangkan adalah sebuah bangunan yang memiliki daya tarik tersendiri seperti Candi Borobudur, Prambanan dan lain-lain. Tapi ini nama candi digunakan untuk nama sebuah air terjun. Dari informasi mas Faisal dan Ahyar, dinamakan Candi Batu karena bentuk bebatuannya mirip dengan candi. Dari situlah muncul nama Candi Batu. 



Untuk beredam sambil bersantai-santai adalah pilihan tepat di air terjun ini. Masalah keamanan dijamin aman karena kedalaman kolam sekitar air terjun gak terlalu dalam, tapi tetap waspada bila berendam di bawah air terjun, soalnya air terjunnya deras sekali. 

Kesimpulannya, saya suka dengan air terjun ini. Kondisi jalur menuju air terjun ini gak sesusah tempat-tempat terkenal lainnya yang belum terjamaah di Pulau Lombok yang perlu menyiapkan tenaga ekstra untuk sampai ditujuan. Jadi buat kalian yang belum pernah sama sekali trekking, bisa latihan trekking menuju Air Terjun Candi Batu sebelum trekking ke tempat-tempat kece lainnya. 

Jangan lupa bila datang kesini membawa kamera yang super kece antara lain kamera dslr, go pro atau xiaomi yi dan hp dengan kamera 16 megapixel agar foto yang dibawa pulang kece juga ( rekomended ).

Gak perlu mengedit foto Air Terjun Candi Batu karena sudah kece begini, air sungai yang berwarna hijau keputihan ( mengandung belerang ), dingin pula, ditambah masih sepi pengunjung kesini. Bisa dianggap air terjun pribadi. Paling bagus kesini saat pagi hari dikarenakan masih sepi dari para pengunjung. Sambil berendam, kita bisa menikmati keindahan surga dunia yang Allah ciptakan untuk kita jaga dan pelihara sebaik mungkin dengan khusyuk. 

Gimana, kalian penasaran ? Mumpung besok weekend, ayook kita ke Air Terjun Candi Batu. Tapi ingat, Jangan Membuang Sampah Sembarangan dan Mencoret Batu-Batu yang Ada disana !!!

Catatan :
- Jalur Utara : Kota Mataram - Pusuk ( Monkey Forest ) - Pemenang - Tanjung - Gangga - Kayangan- Bayan - Sambik Elen ( sebelum Sungai Kokok Puteq ).
- Jalur Timur : Kota Mataram - Narmada - Kopang - Masbagik - Aikmel - Suela - Sembalun Bumbung - Sembalun Lawang - Sajang - Sambik Elen ( sesudah Sungai Kokoq Puteq ).
- Parkir motor 5 ribu per motor.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

2 komentar:

  1. Masih asri banget ya air terjunnya. belum banyak yg tau. tp bentar lg dgn the power of instagram, bakal rame dah tuh haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heehehe.. Spertinya sih bgtu apalagi anak2 blogger lombok lg sneng2ny mmpromosikan tmpat2 baru yg da d Lombok.. Kpan2 maen2 k Lombok :)

      Hapus