Pages

Menjelajah Alam Sesaot, Forest and River


Berada di pinggirin kota, tepatnya sekitar 23 kilometer ke arah timur dari Kota Mataram. Terdapat sebuah hutan lindung yang masih memiliki panorama yang indah. Hutan yang memiliki luas 5.999,2 hektar, dimana 5.935 hektar merupakan hutan lindung dan sisanya adalah kawasan hutan wisata. Bisa dibilang hutan lindung yang masih terjaga kealamiannya. 



Berada di desa yang mayoritas masyarakatnya merupakan Suku Sasak asli yang memiliki kesadaran melestarikan hutan lindung dengan selalu menjaga kebersihan hutan, gak menebang pohon sembarangan dan gak membuang sampah di sungai. Jadi kawasan ini gak salah saya pilih untuk ngetrip bersama teman-teman lainnya. Dimana kami ngetrip, disitu kami punya cerita. 



Kicauan burung-burung dan embun di pagi hari menyapa kami seolah-olah mereka berkata "Selamat Datang di rumah kami, Hutan Sesaot". Jejeran pepohonan yang menjulang tinggi dengan daun-daunnya yang berwarna hijau segar, membuat mata dan pikiran menjadi tenang. Menghabiskan hari libur dengan mencari ketenangan adalah tujuan ngetrip kami saat itu. 



Gak hanya burung yang hidup berdampingan dengan manusia, tetapi para hewan seperti kera dapat kami jumpai disana dan masih banyak lagi hewan lain yang hidup di Hutan Sesaot. Gak perlu jauh-jauh trekking ke gunung, karena lokasi hutan lindung ini bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Mataram. Jadi siapapun bisa datang untuk menikmati salah satu destinasi alam Pulau Lombok ini. 



Di tengah-tengah Hutan Sesaot terdapat sebuah aliran sungai yang memiliki air yang jernih dan dingin. Masyarakat disana menyebutnya Kokoq Aiq Nyet, dimana Kokoq artinya sungai, Aiq artinya air dan Nyet artinya dingin. Gak salah memang sebutan Aiq Nyet karena airnya yang dingin menyejukkan serta jernih, dan anehnya lagi aliran sungai ini gak pernah kering walaupun saat kami kesana itu masih musim kemarau berkepanjangan. Saya senang melihat kondisi airnya yang bersih dan jernih, ini menjadi bukti bahwa masyarakat disana sadar betul dengan kebersihan sungai.



Gak henti-hentinya saya menghirup udara yang kaya oksigen dan menyejukkan. Tarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar lalu dihembuskan. Rasanya paru-paru ini telah terisi penuh dengan udara segar yang dimiliki oleh Hutan Sesaot. Air yang jernih dan segar diyakini oleh masyarakat sekitar merupakan air yang disucikan karena aliran sungai ini berasal dari Gunung Rinjani yang merupakan rumahnya para dewa. Percaya gak percaya khasiat air ini juga diyakini bisa menjadi obat dari segala penyakit. Kalo saya sih percaya air ini dapat menyejukkan hati dan pikiran yang lagi galau "Curhat Colongan" he,,,he...he... 

Cerita saya kali ini dari Alam Sesaot " Forest and River", semoga bisa menjadi referensi teman-teman yang memiliki hobi ngetrip dan bagi yang ingin berlibur bersama keluarga. Kawasan ini juga bisa dijadikan tempat camping. Untuk keamanan gak perlu diragukan, kawasan ini bebas dari begal yang lagi banyak diberitakan di medsos tentang Lombok. Untuk yang ingin berbelanja gak perlu bingung. Banyak para pedagang yang mendirikan tenda bagi para pengunjung. Ingat habis makan dan minum  "JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN !!!"

Saya Lazwardy alias Didik, I Love You Lombok, Wonderful Indonesia

Catatan :
Jalur yang dapat ditempuh : Kota Mataram - Narmada - Suranadi - Sesaot
Tiket Masuk Rp 2.000,-, Tiket parkir Rp.5.000,- per motor, Rp.10.000,- per mobil
Trasport : Bisa memakai Taksi : Lombok Taksi, Narmada Taksi, Rangga Taksi, Taksi Express dengan tarif sesuai argo.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar