Pages

Kekecewaan Terbayarkan oleh Bukit Selong, Desa Sembalun Lawang


Mungkin ada pertanyaan mengapa judul artikel ini berkaitan dengan kekecewaan ?. Jawabannya bisa ditemukan dalam cerita yang saya tulis kali ini yaitu di Bukit Selong, Desa Sembalun Lawang. Sebelum membahas keindahan Bukit Selong, saya akan sedikit bercerita di awal artikel ini tentang kekecewaan saya saat itu. Awal datangnya musim hujan apalagi telah terjadi erupsi Gunung Anak Baru Jari, Rinjani beberapa saat yang lalu, membuat dunia penerbangan Pulau Lombok dan Bali terganggu. Setelah kondisi cuaca dianggap aman, saya berencana akan menuju ke salah satu air terjun yang sedang naik daun di Pulau Lombok. lebih tepatnya di Lombok Timur.

Tepatnya Hari Minggu sekitar jam tujuh pagi saya bersama teman-teman ( drg.Irfan, Odi, mas Junk, Nova, dan Kiki ) berangkat menuju Desa Senaru melalui jalur Tanjung, Lombok Utara. Menggunakan motor matic kesayangan, saya rasa menjadi pilihan terbaik karena lebih simple dan nyaman. Butuh waktu dua jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Desa Senaru. Dari Desa Senaru kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Desa Biluk Petung, lokasi air terjun yang dituju. Ternyata sampai di pintu masuk air terjun, kami dihadang oleh masyarakat sana. Mereka menyampaikan informasi yang gak kebayangkan sebelumnya, bahwa ada lahar dingin di aliran sungai tempat lokasi air terjun. Lahar Dingin ???, langsung timbul rasa kecewa dan penasaran. Lebih memastikan lagi, kami meminta ijin untuk ke area tersebut, ternyata tetap gak diijinkan karena mempertimbangkan resiko keamanan. Sempat bingung saat itu mau kemana, mau balik ke Mataram sudah tanggung, akhirnya ada ide untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun dengan mempertimbangkan jarak yang lebih dekat dengan lokasi air terjun.



Pendek cerita, sekitar setengah jam perjalanan dari Desa Biluk Petung menuju Desa Sembalun akhirnya kami singgah di sebuah warung Soto Ayam untuk beristirahat makan siang. Saya mengajak sang ibu penjual soto ngobrol-ngobrol sambil mendengarkan sang ibu cerita tentang keindahan Desa Sembalun. Entah kebetulan atau gak, sang ibu bercerita tentang sebuah bukit yang lagi terkenal di Desa Sembalun. Bukitnya gak terlalu tinggi dan jalur treknya gak susah seperti bukit yang pernah saya daki beberapa bulan yang lalu. Namanya Bukit Selong yang berada di Desa Sembalun Lawang. Setelah selesai makan soto, kami segera pamit ke sang ibu untuk melanjutkan perjalanan menuju Bukit Selong. Diselimuti rasa penasaran, kami buru-buru menuju tempat yang diceritakan tadi. 



Gak memakan waktu yang lama untuk sampai di tempat tujuan. Hanya sepuluh menit waktu yang ditempuh dari warung soto, akhirnya sampai juga di Bukit Selong. Waw, kece sekali suasananya. Rasa kecewa seakan-akan menghilang saat melihat pemandangan dari atas bukit yang sangat mengagumkan ini. Kali kedua saya melihat hamparan persawahan, rumah-rumah penduduk serta deretan perbukitan yang selalu menghiasi Desa Sembalun sepanjang waktu dari atas bukit. Pemandangannya sangat indah sekali, ditambah lagi udara perbukitan yang sangat sejuk. Berhadapan dengan Bukit Pergasingan yang saat itu habis terbakar karena cuaca yang sangat panas, maklum terjadi musim kemarau berkepanjangan. Gak membuat tempat ini kehilangan keindahannya, justru menjadi lebih eksotis dan gagah. 




Sedikit informasi tentang Bukit Selong, bahwa bukit ini terletak di kaki Bukit Anak Dara yang memiliki ketinggian sekitar 2000an mdpl dan merupakan bukit yang lagi terkenal di Desa Sembalun. Desa Sembalun sendiri merupakan desa tertinggi di Pulau Lombok dan menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan yang berkunjung kesini. Kalau boleh jujur, saya sangat suka tempat ini. Walaupun bisa dibilang cuaca masih panas-panasnya di Pulau Lombok, tempat ini sangat sejuk dan nyaman buat saya. Dari atas bukit, kami bisa duduk santai sambil menenangkan pikiran, mencari inspirasi dan menikmati surga dunia yang Allah SWT ciptakan di Gumi Sasak ( Pulau Lombok ) ini.


Sesaat berada di atas bukit, kami bertemu dengan seorang bapak-bapak bersama kedua anaknya lagi membawa beberapa bongkahan kayu yang diambil dari hutan lereng perbukitan untuk persediaan sehari-hari. Inilah salah satu potret kehidupan masyarakat Desa Sembalun yang sangat sederhana tetapi memiliki jiwa sosial yang tinggi, bisa dilihat dari seorang anak yang membantu orang tuanya bekerja mencari kayu di dalam hutan. Jarang kita temukan di perkotaan seorang anak yang dengan ikhlas mau membantu orang tua mereka dalam bekerja. Seperti itulah sikap yang perlu dicontoh untuk kita-kita anak perkotaan, dari segi pendidikan memang anak perkotaan lebih maju dibandingkan anak pedesaan, akan tetapi untuk urusan usaha dan bersosialisasi, anak-anak pedesaan jauh lebih oke dibandingkan anak perkotaan ( survei membuktikan ). 

Mata pencaharian masyarakat Desa Sembalun sendiri sebagian besar bertani dan berkebun. Hasil pertanian dan perkebunan dikirim ke seluruh penjuru di Pulau Lombok, Sumbawa bahkan ke Pulau Bali dan Jawa. Bisa dibilang Desa Sembalun merupakan desa yang makmur, surganya Pulau Lombok. Segala macam sayur-sayuran dan buah-buahan hidup subur di tanah Desa Sembalun. Jadi jangan heran bila saya menyebut desa ini "Surganya Pulau Lombok". 


Dengan kesempatan ngetrip saat itu, saya mendapatkan ilmu yang sangat berharga. Jika kita mendapat sesuatu yang gak kita inginkan, janganlah kecewa !!!. Dibalik kekecewaan itu pasti ada hikmahnya dan rencana yang jauh lebih indah dibandingkan rencana yang kita inginkan. Gak jadi ke air terjun dikarenakan ada halangan yaitu gejala alam, Bukit Selong yang sangat kece pun jadi.

Gimana, anda tertarik menuju ke Bukit Selong ? Jika ada yang belum jelas, bisa tanyakan via email atau twitter, bbm pun boleh. Terimakasi

Catatan :
- Rute yang dapat ditempuh, Jalur Utara : Kota Mataram - Pusuk ( Monkey's Forest ) - Pemenang - Bangsal - Tanjung - Gangga - Kayangan - Bayan - Senaru - Desa Biluk Petung - Desa Sembalun Lawang ( Bukit Selong ).
Jalur Timur : Kota Mataram - Narmada - Mantang - Kopang - Terara - Sikur - Masbagik - Aikmel - Suela - Desa Sembalun Bumbung - Desa Sembalun Lawang ( Bukit Selong ).
- Tiket masuk : Rp.5000,- 
- Bulan yang cocok untuk kesini yaitu Bulan Agustus - Desember. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

11 komentar:

  1. Wah kemarin pas ke lombok pengen banget kesini tapi waktunya tidak cukup. dari mataram berapa lama ya? dan kendaraan umum ga kalau kesana? atau hanya bisa dengan kendaraan pribadi saja. Thanks infonya
    http://www.uniputri.com/2015/12/hello-kenawa.html#more

    BalasHapus
  2. Thanks udh mampir... Klo da Mataram skitar 2 jam perjalanan pake motor.. da angkutan umum ksana, prtama2 naik angkutan umum dri terminal Mandalika, Bertais jurusan Labuan Lombok.. Nanti mnta turun d Aikmel, dri Aikmel lanjut lg mnggunakan angkutan desa k arah Desa Sembalun ato pake ojek jg bisa dri Aikmel..

    BalasHapus
  3. Mas, boleh bagi pin bb gak? Pengen ke bukit selong nihh ;)

    BalasHapus
  4. wah kayaknya ini tempat kece abiss dah semoga bsai ketemu dan terexploreee...

    BalasHapus
  5. mas..ada nomor what app gak?mau info lebih lanjut mengenai desa sembalun ini.. Aliya

    BalasHapus
  6. Mas, pernah ke air terjun telaga madu? Lokasinya di sembalun juga kalo g salah. Tolong info rutenya donk kalo bisa?

    BalasHapus
  7. Da d postingan Air Terjun Madu

    BalasHapus
  8. Nanya bos, GUnung/Bukit yang terlihat dari spot tersebut gunung apa ya namanya??
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukit Pergasingan kan.. ada namanya di tulisan blognya :)

      Hapus