Pages

Menuju Ujung Paling Tenggara Pulau Lombok : Tanjung Ringgit


Saat jam istirahat tiba, saya berbincang-bincang dengan seorang teman satu kantor. Kami membahas soal keindahan destinasi di Jerowaru. Tiba-tiba dia mengajak untuk ngetrip ke salah satu destinasi yang berada di ujung paling tenggara Pulau Lombok. Dengan persiapan waktu hanya dua hari, saya berusaha mengajak teman-teman dari "Crew Patrick" lainnya. Ternyata banyak juga yang tertarik, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Tanjung Ringgit dengan beranggotakan sebelas orang.



Mempersiapkan apa saja yang perlu dibawa dan menggunakan kendaraan apa saja adalah hal yang sangat penting. Berhubung beberapa anggota baru ikut gabung dan masih belum berpengalaman ngetrip gila ala "Crew Patrick", akhirnya salah satu teman membawa mobil. Sisanya menggunakan motor bagi yang sudah berpengalaman touring saat musim kemarau berkepanjangan ini.


Persiapan sudah oke dan semua anggota yang bisa ikut, sudah konfirmasi. Sekitar jam tujuh pagi, kami berangkat menuju Tanjung Ringgit. Kurang lebih delapan puluh kilometer dari Kota Mataram jarak yang ditempuh dengan memakan waktu dua jam perjalanan. 



Tanjung Ringgit berada di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru. Berada di paling ujung selatan wilayah Lombok Timur, gak membuat tempat ini sepi dari para pencinta traveling. Panorama yang diberikan dari tempat ini sangat membuat orang tergila-gila, begitu juga dengan deretan tebing yang menambah nilai keindahan dari tempat ini. Dari tebing ini kita bisa melihat perahu yang lagi berlayar di laut sekitar Tanjung Ringgit.

Tanjung Ringgit memiliki sebuah cerita sejarah bagi Indonesia. Zaman Penjajahan Jepang, tempat ini dijadikan sebagai markas dan pengintai dari musuh. Jadi gak heran kita dapat menemukan sisa peninggalan dari negeri sakura tersebut berupa meriam dan gua yang dijadikan sebagai barak. 



Berpanas-panasan sambil menikmati angin sepoi-sepoi ala Tanjung Ringgit, membuat kami ingin berlama-lama menikmati surga dunia yang Allah ciptakan untuk selalu kita pelihara dan menjaganya sampai ujung hayat. Warna gradasi lautnya bagaikan lukisan dengan bentuk deretan tebing yang berwarna kecoklatan yang membuat kami langsung jatuh cinta.


Bagi saya, ini adalah ngetrip pertama sampai di Tanjung Ringgit. Jalur yang panjang dengan kondisi yang kurang baik, musim panas, pepohonan yang mengering, berdebu, rerumputan yang menguning, dan yang gak kalah kerennya yaitu deretan tebing yang indah seperti Grand Canyon di Amerika serta gradasi warna laut yang membuat Gumi Sasak ( Tanah Lombok ) ini semakin indah dan kece. 

I LOVE YOU LOMBOK ISLAND ... !!!  TRIP IS MY LIFE



Penulis: Lazwardy Perdana Putra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar