Pages

Catatan Perjalanan Menuju Air Terjun Mangku Sakti, Lombok Timur


Memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan pancuran air berwarna putih kehijauan membuat air terjun ini sangat unik dan membuat para pencinta air terjun penasaran untuk segera berbondong-bondong datang kemari. Air Terjun Mangku Sakti berada di Desa Sajang, Lombok Timur dan berada di tengah hutan belantara di kaki Gunung Rinjani.


Sama seperti Air Terjun Mangku Kodeq yang sudah saya tulis sebelumnya, air terjun ini masih dalam satu kawasan dengan Mangku Kodeq dan Kuda Sembrani yang jalurnya menuju tempat ini juga sama.

Beranggotakan tujuh petualang diantaranya dua dokter dan satu apoteker yang ikut dalam rombongan trip kali ini. Berangkat jam tujuh pagi menggunakan motor dari Kota Mataram dengan kondisi cuaca cerah melalui jalur Mataram - Aikmel dengan lama perjalanan satu jam. Di Aikmel kami beristirahat untuk membeli nasi bungkus, sangu makan siang. Setelah kurang lebih lima belas menit beristirahat, kami segera melanjutkan perjalanan menuju Desa Sajang, pintu gerbang masuk ke kawasan Air Terjun Mangku Sakti. 


Memakan waktu kurang lebih satu jam perjalanan hingga sampai di Desa Sajang melewati Desa Sembalun, akhirnya sampai di pos pertama. Dengan membayar tiket masuk lima ribu rupiah per orang untuk bisa melanjutkan perjalanan menuju pos kedua. Melewati kondisi trek yang cukup merepotkan dengan menggunakan motor matic, harus off road untuk bisa sampai di pos kedua. Off road menggunakan motor matic adalah hal yang paling fatal, tapi harus gimana lagi. Semua rintangan harus dilewati. 


Setelah sampai di pos kedua dengan perjuangan yang cukup melelahkan. Kami memarkirkan motor disini karena segala macam kendaraan sudah gak bisa melewati trek selanjutnya. Penderitaan belum berakhir sampai disini, setelah itu harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri hutan belantara yang sebagian besar pohon-pohonnya mengalami kekeringan. Dibilang panas, sangat panas sekali. Terik matahari yang cukup membuat kulit menjadi kecoklatan dan bertepatan dengan musim kemarau yang berkepanjangan, membuat trip kali ini cukup melelahkan.


Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Rasa lelah alias capek terbayarkan oleh indahnya Air Terjun Mangku Sakti. Kurang lebih lima belas menit menyusuri hutan belantara, akhirnya tiba juga di Air Terjun Mangku Sakti dengan selamat. Suhu gak terlalu dingin, tapi dengan derasnya aliran sungai mengurangi panasnya dari terik matahari. Mantaappp... !!!


Gak sabar rasanya ingin segera menceburkan diri di kolam alami di bawah Air Terjun Mangku Sakti. Akan tetapi salah satu teman dokter menyarankan untuk makan siang dulu biar perut gak dalam kondisi kosong saat mandi karena apabila perut dalam kondisi kosong saat mandi, kita bisa terkena masuk angin dan perut kembung. Salah satu teman segera mengeluarkan bungkusan nasi yang sudah dibeli tadi. Makan nikmat sambil melihat air terjun di tengah hutan belantara itu bagaikan kenikmatan yang gak boleh didustakan.


Setelah perut terisi, kami pun segera berjalan lebih dekat lagi ke air terjun. Mandi sambil luluran tanah bercampur belerang ini sangat bagus sekali untuk kesehatan kulit. Dingin banget mas/mbak broo airnya, saya gak mengira airnya sedingin ini. Kolam alaminya pun gak dalam, hanya sepaha orang dewasa, tapi harus berhati-hati, walaupun gak dalam tapi dasar sungai licin sekali dan pancuran air terjunnya sangat deras.


Mandi di bawah air terjun gak boleh terlalu lama karena masih melanjutkan perjalanan lagi yaitu balik ke Kota Mataram, oleh sebab itu kondisi badan juga harus diperhatikan biar gak masuk angin. Sebelum meninggalkan tempat yang sangat kece ini, gak lupa mengabadikan foto untuk kenang-kenangan dan bukti bahwa kami sudah sampai di Surganya Lombok, Air Terjun Mangku Sakti.

Dipercaya siapapun yang berhasil sampai di tempat ini, maka bisa dibilang orang tersebut sakti. Mungkin ini hanya istilah saja, tapi menurut saya ada benarnya juga karena untuk menuju air terjun ini diperlukan niat serius dan perjuangan pastinya. Perjalanan panjang, kondisi trek yang belum bagus, panasnya terik matahari, berdebu, lengkap sudah. 


Rasanya puas sekali sudah menuju target sesuai dengan rencana dan persiapan yang matang. Walaupun  harus melewati jalur yang sama saat balik ke rumah, perasaan saya pribadi sangat senang sekali sehingga gak terasa melewati jalur yang sama walaupun motor yang dibawa jadi korban debu. 

Alhamdulillah perjalanan dari Kota Mataram hingga sampai di Air Terjun Mangku Sakti dan Air Terjun Mangku Kodeq berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit hal-hal kecil yang mengganggu perjalanan, tapi semuanya bisa dilewati. 

Terima Kasih para sahabat atas perjalanan ini. Ditunggu trip selanjutnya 


Catatan Perjalanan : 

Pukul 06.30 WITA berkumpul di point meeting ( Kota Mataram )
Pukul 07.00 WITA  jalan menuju Aikmel
Pukul 08.00 WITA sampai di Aikmel ( istirahat sarapan + beli nasi bungkus )
Pukul 08.20 WITA melanjutkan perjalanan menuju Desa Sajang, Sembalun
Pukul 09.30 WITA sampai di pos pertama ( Desa Sajang )
Pukul 10.30 WITA sampai di pos kedua ( pos terakhir )
Pukul 11.00 WITA sampai di air terjun ( menikmati alam )
Pukul 14.00 WITA balik ke pos kedua
Pukul 14.30 WITA balik menuju pos pertama
Pukul 15.00 WITA sampai di pos pertama, menuju Desa Sembalun
Pukul 15.30 WITA istirahat shalat ashar di Desa Sembalun
Pukul 16.00 WITA istirahat membeli strauberry di pinggir jalan Desa Sembalun
Pukul 16.30 WITA balik menuju Kota Mataram
Pukul 18.00 WITA sampai di Kota Mataram dengan selamat

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

3 komentar:

  1. wah keren mas catatannya menginspirasi buat rapiin lagi blog hehehe

    BalasHapus
  2. Wah.mantaap banget bro. Aq jd terinspirasi pengen ajakin teman2 kesana. Tp kuat gk ya...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti kuat kok... Makasi udh mampir d blog saya... Semoga brmanfaat :)

      Hapus