Pages

Menikmati Alam Senaru : Sendang Gile dan Tiu Kelep Waterfall


Cara menikmati hari libur kerja itu banyak sekali yang bisa kita lakukan. Bisa berkumpul dengan keluarga dan teman, menonton TV di rumah, membaca buku, main games, tidur yang banyak atau kencan dengan pacar ( bila punya ). Itu mungkin sebagian kecil dari kegiatan yang bisa kita lakukan di hari libur. Kalo saya sih, paling enak menghabiskan waktu libur dengan ngetrip sambil bawa kamera kesayangan. Kebetulan juga ada teman-teman yang ngajakin ngetrip ke salah satu tempat terindah yang bisa dibilang sudah terkenal di Indonesia yaitu Air Terjun Sendang Gile dan Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kab. Lombok Utara.


Tepatnya seminggu yang lalu dari cerita yang saya tulis ini, berawal dari salah satu teman ngetrip baru saya belum pernah melihat secara langsung keindahan Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Akhirnya dia mengajak saya ngetrip ke air terjun terindah di Pulau Lombok. Kami pun berangat dengan beranggotakan empat orang termasuk saya sendiri.


Perlu diketahui, Air Terjun Sendang Gile dan Air Terjun Tiu Kelep termasuk ke dalam Taman Nasional Gunung Rinjani yang terletak di Alam Desa Senaru, Lombok Utara. Perjalanan dari Kota Mataram ke air terjun ini memakan waktu sekitar satu jam setengah sampai dua jam dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil. Jarak kedua air terjun ini juga cukup berdekatan, sehingga para wisatawan yang ingin ke Air Tejun Tiu Kelep, pasti mampir di Air Terjun Sendang Gile terlebih dahulu dengan berjalan kaki. 


Ini ketiga kalinya saya mendatangi Air Terjun Sendang Gile dan Air Terjun Tiu Kelep ini dalam suasana yang baru pula. Kami pun beruntung sampai di tempat ini dengan cuaca cukup cerah walaupun habis turun hujan, sejuk sekali pokoknya. Air yang jernih dan dingin, pepohonan yang rindang, serta udara yang bersih, membuat ingin berlama-lama berada di tempat ini. 


Melihat banyak sekali pengunjung yang basah-basahan di bawah air terjun membuat saya gak sabaran ingin basah-basahan juga. Segeeerr mbak broo airnya, buat betah berlama-lama disini. Walaupun kondisi badan lagi kurang fit, setelah merasakan kesejukan air terjun yang memiliki dua tingkatan ini, badan menjadi seger kembali. 


Karena selanjutnya kami akan menuju Air Terjun Tiu Kelep, jadinya saya menghentikan  basah-basahan di Air Terjun Sendang Gile," Capcuuss kita ke air terjun kedua ". Dingin juga treking dengan keadaan baju dan celana basah, yaudah saya ganti pakaian dulu biar gak masuk angin. 


Dalam perjalanan menuju Air Terjun Tiu Kelep, rombongan kami bertemu dengan sebuah jembatan yang cukup sempit dimana dibawah pijakan jembatan ada sebuah gorong air yang mengalir, unik memang jembatannya. Tapi disini kita harus berhati-hati karena di bawah jembatan, sungainya cukup dalam disebabkan oleh ketinggian jembatan yang cukup tinggi. Gak lupa, disinilah tempat yang cocok untuk berfoto narsis. Kami pun gak membuang waktu untuk mengambil gambar disini. 


Menikmati perjalanan menuju Air Terjun Tiu Kelep memang menyenangkan. Bertemu dengan jembatan unik, suara aliran sungai yang jernih, kicauan burung-burung penghuni Hutan Senaru, serta udara yang bersih sehabis turun hujan, menyenangkan memang. 


Di tengah perjalanan, rombongan kami bertemu dengan sepasang suami istri asal Hungaria alias bule mbak broo bersama guidenya yang asli orang Lombok. Awalnya mereka tersesat gak tahu jalan menuju Air Terjun Tiu Kelep yang bersembunyi di tengah hutan lebat. Karena medannya harus menyeberangi sungai berbatu, jadinya mereka hilang arah gak tahu jalan selanjutnya. 

Untungnya bertemu rombongan kami, jadinya mereka ikut kami menuju Air Terjun Tiu Kelep yang beberapa meter lagi ditempuh. Karena sudah membantu menjadi navigator mereka, akhirnya imbalannya kami diajak berfoto bersama di depan Air Terjun Tiu Kelep. Gak lupa saya minta difotoin menggunakan kamera kesayangan saya, hehehe...


Sepertinya pasangan bule ini masih cukup muda dilihat dari wajah mereka yang masih imut-imut seperti saya, hehehe. Sesampai di Air Terjun Tiu Kelep, kami disambut dengan hembusan air yang berasal dari air terjun ini seperti air terbang. Oleh sebab itu masyarakat di sekitar menyebutnya dengan nama Air Terjun Tiu Kelep yang berarti Air Terbang. 



Sebelum menyeburkan diri di bawah air terjun terindah di Pulau Lombok ini, gak lupa saya bersama teman-teman menyempatkan makan siang dulu, udah lapar soalnya dan lelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Kota Mataram hingga sampai disini. Ingat, sesudah makan atau minum, sampahnya dibuang di tempat sampah. Jangan buang sampah sembarangan ya teman-teman. Disini sudah disediakan tong sampah buat para pengunjung. 


Habis makan dan berganti pakaian, saya langsung capcus ke TKP alias kolam air terjun. Disini lebih seger airnya dibandingkan di Air Terjun Sendang Gile, lebih bersih juga. Jadi tambah betah, gak mau cepat-cepat pulang ke rumah kalau sudah diberikan kenikmatan oleh Allah SWT untuk kita jaga kebersihannya. Mantaap pokoknya. 


Akhirnya liburan kali ini ditutup dengan Air Terjun Tiu Kelep yang sangat indah dan gak bosen-bosen untuk didatangi lagi. Karena kamera saya gak memungkinkan lagi untuk mengambil foto dikarenakan hembusan air yang cukup banyak sehingga kaca lensa selalu basah oleh hembusan air, jadinya hasil foto menjadi kurang maksimal.

Kalimat penutup untuk cerita saya ini adalah kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang selalu diberikan untuk kita. Dari perjalanan ini, saya bisa belajar bahwa apapun itu bisa kita raih dengan cara kita mau berusaha keras dan selalu berdoa. Menuju tempat yang indah itu gak mudah, harus disertai niat yang baik serta kelakuan yang baik pula. Terimakasi :).

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

2 komentar:

  1. butuh berapa menit dari pintu masuk sampai ke air terjun tiu kelep ini ?
    kalau dari pelabuhan bangsal ke arah air terjun ini sejalur kah
    trims
    salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry bru blz... butuh satu jam trekking dari pintu masuk... iya sejalur, 2 jam perjalanan dari bangsal ke arah Desa Bayan, Lombok Utara

      Hapus