Pages

Keindahan Desa Sembalun, Lombok Timur


Lombok gak hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang luar biasa kerennya, tapi disisi lain Lombok mempunyai pemandangan alam pegunungan yang sungguh luar biasa indahnya. Biasanya saya menulis pantai-pantai di Lombok.  Kali ini kita tinggalkan dulu panas-panasan di pantai indahnya, digantikan dengan cerita tentang perjalanan di Desa Sembalun yang ada di Lombok Timur.

Mungkin sebelumnya, banyak sekali informasi yang kita temukan melalui internet ato buku-buku wisata tentang Desa Sembalun. Desa ini bisa dibilang berada di lembah gunung, yaitu Gunung Rinjani. Jika diliat dari google earth, desa ini sangat mudah ditemukan. Perjalanan dari Kota Mataram menuju ke Sembalun sekitar 2 jam waktu normal. Para pendaki yang akan mendaki Gunung Rinjani juga akan menuju desa ini untuk memulai start pendakian. Banyak hal yang dapat kita temukan disini. Gak nyesel deh pokoknya.

Jalan menuju Desa Sembalun, pas banget ada kabutnya

Perjalanan saya berawal dari rencana dengan teman-teman yang udah lama gak pernah jumpa. Maklumlah, kami semua gak mahasiswa lagi kecuali satu orang yang melanjutkan ke S2 tahun ini. Jadi kesibukan masing-masing yang membuat kami jarang berjumpa yaitu selama 7 bulan lamanya. Hari itu pas hari libur, yang sengaja kami ambil karena bertepatan dengan acara ulang tahun salah satu teman kami. Awalnya sih mau menyebrang ke Gili, tapi karena saat itu cuaca di laut lagi buruk, jadinya diputuskan untuk merasakan yang sejuk-sejuk dulu.

Istirahat sejenak setelah beberapa kilometer melewati jalan menanjak

Sebelum hari H berpetualang, saya menyibukkan diri mencari segala macam informasi mengenai desa ini melalui internet dan bertanya langsung kepada teman yang udah kesini. Pastinya ya meminta saran dan apa saja larangan bila menuju desa ini. Gak lupa juga menanyakan musim buah strauberry yang katanya di antara bulan Mei - Agustus lagi panen-panenya disana,itu versi salah satu teman sih. Penginapan pun gak luput dari pencarian sebelum kesana, awalnya sih udah dapet penginapan dengan harga murah, tapi gak jadi menginap dengan alasan ada acara esok harinya. 

Setelah semua informasi dan persiapan udah lengkap, kami pun memulai berpetualang. Mulai start dari Selong,Lombok Timur dengan memakai motor matic kesayangan, menuju Desa Sembalun. Jika dari Selong ke Sembalun,cuma memakan waktu sekitar 1 jam waktu normal. Cuaca pada saat itu sangat cerah berawan dengan hawa pagi yang dingin. Kondisi lalu lintas juga ramai lancar. Jalur yang dilewati memakai jalur umum yaitu Selong kemudian ke arah Rempung, bertemu dengan perempatan Rempung belok kanan yang menuju ke arah Aikmel. Gak lupa di Aikmel kami mengisi full tangki bensin motor karena buat jaga-jaga bila kehabisan bensin bila menanjak ke arah Sembalun. Setelah tangki bensin udah full, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan. Perlu diingat bila udah bertemu dengan perempatan di pasar Aikmel, jika belok kanan akan mengarah ke Pelabuhan Kayangan, sedangkan jika ambil jalur lurus kita menuju ke Sembalun. 

Kebetulan pas istirahat di salah satu tempat bertemu dengan rombongan bule asal Australia,akhirnya foto together deh 

Nah dari sini perjalanan dimulai, jalan udah mulai kecil tapi kondisi aspal masih mulus-mulus aj. Melewati pedesaan dan hawa udah mulai agak dingin dan sejuk. Selanjutnya desa yang akan dilewati yaitu Desa Suela. Nah sebelum sampai di desa ini, akan bertemu dengan dua pertigaan yang membuat kami pada saat itu kebingungan. Saking bingungnya saya mengentikan laju motor pas di pertigaan, Setelah meminggirkan motor, saya menanyakan kepada ibu-ibu penjaga warung yang berada disana. ibu itu mengatakan jika ke Sembalun belok kanan. "Terimakasi bu" jawab saya. Segera melanjutkan perjalanan lagi, nah ketemu lagi dengan pertigaan, tapi pertigaan ini gak membuat kami terkecoh, kami ambil jalur yang ke kanan. Setelah melewati pertigaan,barulah kita sampai di Desa Suela.

Dari Desa Suela kita bertemu lagi dengan pertigaan. Nah disitu ada plank bertuliskan jika mau ke Lemor dan Sembalun harus belok kiri. Syukurlah udah ada plank bertuliskan jalur yang benar. Perjalanan semakin seru saja rasanya, setelan memasuki pintu gerbang " Selamat Datang di Taman Nasional Gunung Rinjani", jalan udah mulai menanjak dan berliku. Ada kejadian yang menggelikan pada saat itu, saya kebetulan berpasangan dengan teman yang sama-sama gemuk,sedangkan pasangan teman yang lain pada kurus-kurus. Lucunya, pas jalan mulai menanjak, motor yang saya bawa agak berat naiknya. Takut jika gak sampai ke atas, malah nantinya mundur. Paksakan saja naik walaupun pelan, sedangkan teman yang lain pada tertawa liat kondisi kami yang mengenaskan.

Hampir setengah jam lamanya melewati jalan menanjak, sampai juga kita di daerah Pusuk. Pusuk adalah nama tempat yang memiliki pemandangan yang indah, bisa melihat Desa Sembalun dari atas tempat ini. Banyak para pengunjung yang mengabadikan foto mereka disini. Di tempat ini disediakan tempat peristirahatan buat para pengunjung. Penjual makanan dan minuman pun gak ketinggalan untuk menjual dagangan mereka disini. Ada cerita lucu disini, salah satu teman menanyakan ke penjual minuman, disini ada minuman yang dingin. Serentak orang yang mendengarkan semuanya tertawa. hahaha... Mana ada minuman dingin di daerah pegunungan yang super duper dingin suhunya, yang ada minuman hangat saja.

Kenikmatan yang gak terkalahkan yaitu minum kopi susu hangat 

Si Irfan salah satu temen yang lagi bermain dengan si Songgokong dari Sembalun

Akhirnya kami semua memesan kopi hangat untuk menghangatkan tubuh yang udah menggigil. Setelah beristirahat sejenak dan gak lupa berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun. Desa Sembalun ada dua yaitu Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang. Suasana pedesaan yang sangat ramai meskipun dikelilingi oleh bukit-bukit dan berada dibawah kaki Gunung Rinjani. Kali ini, kondisi jalan gak menanjak lagi alias menurun sampai di desa. Sesampainya di desa, kami mencari masjid untuk melaksanakan shalat dzuhur sekalian mencari warung buat makan siang. Indah sekali pemandangan yang saya liat dari halaman masjid. Gak henti-hentinya untuk mengucapkan syukur atas kebesaran Tuhan yang menciptakan dunia ini beserta isinya.
***
Saking takjub dengan keindahan desa, gak nyadar kalo difoto juga

Suasana desa pada siang hari, tenang dan jauh dari keributan kota

Akhirnya ketemu juga sama abang bakso, makan yang hangat-hangat biar gak kedinginan

Shalat udah, makan udah. Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling desa. Desa yang indah dan sejuk alias dingin banget. Setelah berkeliling sambil mencari tempat yang cocok buat berfoto, kami menemukan beberapa penjual strauberry yang berada di pinggir jalan utama desa. Disana ada strauberry yang udah dbungkus-bungkus memakai kotak mika, ada juga yang masih di kebunnya. Saya dan teman-teman memilih untuk memetik langsung di kebunnya. Sayang sekali, pada saat itu buahnya udah hampir habis karena sebelum kami kesana, udah ada tamu yang memborong buah strauberry. Kami sih bukan niat memetik buah strauberry tapi niatnya buat berfoto-foto di kebunnya.hehehe...#Alibi. 

Kalo bisa nebak ini di bagian mana ya di desa Sembalun ???

Kenyang memakan strauberry, akhirnya kami memutuskan untuk membawa pulang beberapa buah beserta bibitnya untuk oleh-oleh orang rumah. Cukup murah untuk memborong buah strauberry di Desa Sembalun dan penjualnya ramah-ramah, kalo itu sih jangan ditanya lagi. Orang Lombok itu ramah-ramah dengan para pendatang yang datang ke tempat mereka dan keamanan juga terjamin. Jadi teman-teman jangan khawatir jika tersesat di tengah jalan, tanya saja sama orang disana pasti dijawab dengan ramah oleh mereka. "Malu Bertanya Sesat di Jalan", itu istilah umum yang sering kita dengar. hehehe...

Si Kipli lagi ngerayu ibu penjual strauberry biar dikasi harga murah.. mantaappp broo,lanjutkan

Bibit strauberry yang kami bawa pulang buat oleh-oleh orang rumah

Setelah berkeliling desa dan beinteraksi dengan penduduk disana, kami memutuskan untuk balik ke Kota Selong. Masih belum puas rasanya menikmati keindahan alam yang ada di Taman Nasional Gunung Rinjani ini, Insyaallah di kesempatan lain, saya akan datang kembali ke desa ini untuk mencari cerita yang lainnya. Buat temen-temen yang kebetulan datang berlibur ke Pulau Lombok, jangan lupa mampir ke Desa Sembalun. Dijamin gak nyesel kalo kesini. 


Notes :
1. Perjalanan menuju Desa Sembalun dari Kota Mataram menempuh waktu 2 jam waktu normal.
2. Rute yang akan dilewati kalo dari;

- Kota Mataram : Kota Mataram - Narmada - Kopang - Masbagik - Aikmel - Suela ( berbelok ke kiri arah Lemor dan Sembalun ) - Lemor - Sembalun Bumbung - Sembalun Lawang.

- Pelabuhan Kayangan : Pelabuhan Kayangan - Peringgabaya ( belok ke kanan arah Makam Selaparang ) - Suela ( belok ke kanan arah Lemor dan Sembalun ) - Lemor - Sembalun Bumbung - Sembalun Lawang.

- Bandara BIL : Bandara ( ke arah Kota Mataram ) - Penujak ( belok kanan ke arah Praya ) - Praya - Kopang - Masbagik - Aikmel - Suela - Lemor - Sembalun Bumbung - Sembalun Lawang.

- Arah Utara : Kota Mataram - Senggigi - Malimbu - Pelabuhan Bangsal - Tanjung - Bayan - Senaru - Sembalun Lawang - Sembalun Bumbung.

3. Sekitar bulan Mei - Agustus lagi panen buah strauberry.
4. Kalo mau kesana mesin kendaraan udah dipastikan dalam kondisi baik.
5. Buah Strauberry harga per kilonya 50ribu, yang udah dalam kotak mika 5ribu per kotak. Bibit juga dijual seharga 10 ribu 3 bibit. Biaya masuk kebun 5ribu.
6. Buat yang akan menginap ada beberapa penginapan yang berhasil saya catat ;

- Paeredoe 1 Homestay. Lokasi : Sembalun Bumbung. Tarif : Rp 150.000 - Rp 250.000
  Cp : Lalu Maruhun 081917714514

- Paeredoe 2 Homestay. Lokasi : Sembalun Bumbung. Tarif : Rp. 150.000 - Rp.375.000
  Cp : Lalu Maruhun 081237965580

- Royal Homestay. Lokasi : Sembalun Lawang. Tarif : Rp.200.000
  Cp : 081805791762

- Local Homestay. Lokasi : Sembalun Lawang. Tarif : Rp.150.000
  Cp : Ruslan 081763041380

- Maria Guesthouse. Lokasi : Sembalun Lawang. Tarif : Rp.250.000
  Cp : 081997882691

- Lembah Rinjani. Lokasi : Sembalun Lawang. Tarif : Rp.300.000 - Rp.400.000
  Cp : Ani 081803652511

Selamat berpetualang... Jika ada info yang kurang tepat dapat segera dikoment ya.. Terimakasi


Penulis : Lazwardy Perdana Putra



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar