Pages

Menjelang Sahur di 0 Km, Yogyakarta


Suasana di o km Yogya pada waktu dini hari, sepi oleh kendaraan bermotor
Bismillah.... 

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis cerita tentang Tugu Yogyakarta dengan teman-teman kuliah. Mengisi waktu kosong dengan melakukan hal yang baru pertama kali kami lakukan. Asyik sekali rasanya jika mengisi waktu di bulan puasa dengan kegiatan yang bermanfaat tanpa mengganggu kenyamanan orang lain. Bagi yang udah membaca artikel sebelumnya, pasti udah tau kelanjutan cerita dari Tugu Yogya ke 0 km, dimana saya udah memberikan bocoran di akhir cerita sebelumnya. Nah, mari kita mulai kelanjutan ceritanya.

Pada saat itu jarum jam menunjukkan sekitar pukul 01.30 waktu sana. Bayangkan jam segitu pasti udah sepi oleh lalu lintas kendaraan bermotor dan orang lalu lalang. Ternyata dugaan kami meleset, bukannya sepi tapi ramai oleh para pengunjung yang sekedar duduk-duduk di bangku-bangku pinggir jalan dan pada asyik ngobrol dengan teman-temannya. Ada juga fotografer yang sedang sibuk mencari posisi yang bagus untuk mengambil beberapa foto. Kalo ada para pengunjung, pasti ada para penjual makanan dan minuman. Penjual yang kami jumpai yaitu penjual wedang ronde, jagung rebus, dan penjual kaki lima. Itulah orang-orang di 0 km yang kami jumpai. Asyik emaaaanggg....!!!!


Saya langsung mengajak salah satu temen ( Kiki ) buat diajak berfoto berdua di bawah nasi kucing raksasa. Perlu diketahui Yogyakarta terkenal dengan salah satu wisata kulinernya yaitu nasi kucing. bungkus nasinya kecil sekali beda sama yang ada di foto. Kalo yang ada di foto bukan nasi kucing beneran tapi nasi kucing boongan. Bayangkan saja kalo nasi kucing segede itu, pasti gak makan-makan selama seminggu. Tempat kami berfoto tepat di depan Monumen 11 Maret, salah satu monumen bersejarah yang ada di Kota Yogya dengan dihiasi lampu taman yang bercahaya indah membuat suasana seperti ada di benua eropa.


Inilah dia para wanita-wanita yang fisiknya perempuan tapi jiwanya, jiwa begadang. Lagi asyik bergaya layaknya super model terkenal dengan latar belakang jalan yang udah mulai sepi oleh kendaraan bermotor. Perlu diketahui tepat dibelakang para wanita ini ada sebuah istana presiden karena dulu kala dalam sejarah Indonesia, Yogyakarta pernah menjadi ibukota negara kita tercinta ini. 


Kalo saya punya gaya lain, duduk di pinggir jalan, angkat kaki satu sambil liat-liat kalo ada cewek jomblo lewat. Sepi amat, ya jelas sepi karena pas itu udah hampir jam 3 pagi. Tempat saya duduk, pas mengahadap salah satu bangunan sangat klasik seperti bangunan yang ada di eropa sana. Bangunan itu merupakan sebuah kantor pos pusat di Kota Yogya. Dari sejak dulu bangunan ini udah berfungsi sebagai kantor pos. Yang paling saya suka di 0 km ini yaitu bentuk tata bangunannya dan cahaya lampunya yang memberi kesan berasa kita diajak ke jaman dulu kala. Selain bangunan kantor pos, ada juga bangunan yang berfungsi saat ini sebagai Bank Indonesia dan Bank BNI yang ada di daerah 0 km. 





Udah capek mengambil beberapa gaya untuk difoto, kami beristirahat sejenak sambil membeli wedang ronde. Malam yang dingin ditemani dengan semangkuk wedang ronde yang anget. Wedang ronde ini bisa dibilang makanan ya, dibilang minuman juga iya. Di dalam sebuah semangkuk wedang ronde, ada beberapa komponen sebagai pelengkap yaitu ada kacang tanah, kolang-kaling, roti tawar, ronde itu sendiri ( terbuat dari tepung kanji yang bebentuk bulat ) dan tidak lupa air jahe angetnya yang membuat tenggorokan plong bila meminumnya. 

Punya cerita itu adalah hal yang pasti kita temui di dunia ini. Tapi kalo punya cerita unik gak semudah orang pernah menemukannya. Carilah cerita unik sebanyak-banyaknya karena dari situ kita bisa merasakan akan nikmat Tuhan yang sangat berharga. Terimakasi kepada temen-temen ( Daus, Hafiz, Astri, Kiki, Nena, Triwul, Nena, Dina, dan Lova ) yang udah membuat cerita ini bersama, sampai  harus menulisnya dalam sebuah cerita pendek di dalam blog pribadi saya. Mohon maaf juga baru sekarang saya ada waktu menulis cerita kita. Ini merupakan kenangan yang gak bisa kita lupakan seumur hidup. 

Good Luck kita semua..Amiiinnnn 

Notes :
1.Di daerah 0 km ada beberapa tempat yang bisa anda lihat seperti : Kantor Pos pusat, Bank BNI, Bank BI, Istana Presiden RI, Monumen 11 Maret, dan Benteng Vredeburg.
2. Tidak jauh dari 0 km, ada pusat wisata Malioboro, Alun-Alun Kidul, Masjid Gede, Kraton Yogyakarta,Taman Pintar dan Rumah Sakit PKU Yogya.
3. Harga wedang ronde satu porsi seharga Rp.5.000,-
4. Transportasi umum ada celter TransYogya di sekitar 0 km.


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar