Pages

Welcome to Sabalong Samalewa Island

 Kapal Ferry yang siap berlayar ke Pelabuhan Poto Tano

Bukan hanya Pulau Lombok yang dikenal sebagai bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, tetapi jangan dilupakan Pulau Sumbawa yang terletak di sebelah timur Pulau Lombok. Walaupun tidak begitu terkenal di kalangan para wisatawan atau backpaker tetapi apa yang diberikan dari Pulau Sumbawa tidak kalah jauh dari apa yang ada di Pulau Lombok. Panorama pantai yang berpasir putih dengan air lautnya yang jernih berwarna hijau biru serta deretan pegunungan yang sangat indah melengkapi pemandangan yang siapa saja yang berkunjung ke pulau yang terkenal dengan peternakannya sapi,kerbau dan kudanya ini pasti akan betah berlama-lama disini.

Punya pengalaman ke Pulau Sumbawa adalah impian bagi banyak orang karena pulau yang paling besar dari Pulau Lombok ini memiliki banyak flora dan fauna yang masih belum banyak diketahui oleh para wisatawan termasuk diri saya. Saya sejak kecil sering diajak ke Sumbawa tepatnya ke Sumbawa Besar. Untuk kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menuju pulau Sumbawa. Tujuan saya yaitu ke Kota Sumbawa Besar dahulu sampai sekarang kota ini menjadi ibukota kabupaten Sumbawa dan rencananya Kota Sumbawa Besar akan menjadi ibukota Provinsi Pulau Sumbawa karena Pulau Sumbawa akan memisahkan diri dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kita lihat saja di tahun selanjutknya apakah Pulau Sumbawa akan memisahkan diri dengan NTB, kita semua belum tahu. Okeeh.. kembali ke topik sebelumnya. Jalan-jalan saya ke Sumbawa Besar diawali perjalanan dari Kota Mataram sekaligus merupakan ibukota Provinsi NTB yang letaknya di Lombok bagian barat.

Perjalanan saya tidak sendiri, saya berangkat bersama keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan kedua adik. Kami menggunakan salah satu transportasi andalan orang Lombok maupun orang Sumbawa yaitu travel ( Mobil tipe Elp ). Dulunya sih sering pake bus besar, tetapi sekarang kebanyakan orang menggunakan bus travel karena dengan biaya yang cukup terjangkau yaitu Rp.140.000,- dari Mataram - Sumbawa Besar dan lama perjalanan memakan waktu sekitar 5 - 6 jam saja. Tepat pukul 09.00 WITA kami berangkat dari kantor agen travelnya menuju ke Pelabuhan Kayangan yang letaknya di Lombok Timur. Sepanjang perjalanan kami melewati desa yang cukup ramai. Cuaca pada saat itu cerah sekali dan tidak begitu panas juga. Akhirnya sekitar pukul 11.00 WITA travel kami sampai di Pelabuhan Kayangan. Supir travel langsung membeli tiket masuk ke Kapal Ferry. Transportasi laut yang dipakai menyebrang ke Pulau Sumbawa yaitu Kapal Ferry sehingga para traveler tidak usah khawatir jika besar gelombang laut karena dengan menggunakan Ferry, Insyaallah aman-aman saja. Menunggu masuk ke kapal lumayan lama, jadi saya meluangkan waktu untuk jalan-jalan sekitar pelabuhan untuk melihat pemandangan kaki Gunung Rinjani yang jaraknya begitu dekat dengan pelabuhan ini.

Gunung Rinjani yang terlihat dari Pelabuhan Kayangan,Lombok Timur

Saya berjalan menuju kapal Ferry, Pelabuhan Kayangan,Lombok Timur

Dan saya menyempatkan diri untuk mengambil foto buat jadi kenang-kenangan sambilan menunggu masuk ke kapal. Kira - kira pukul 12.00 WITA travel kami pun masuk ke dalam parkiran kapal. Saya dan keluarga segera naik ke ruang penumpang untuk mencari tempat duduk. Akhirnya dapat tempat duduk yang cukup untuk lima orang. Ketika saya melihat arah jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WITA, kapal yang kami tumpangi segera berangkat menunju Pelabuhan Poto Tano yang terletak di Pulau Sumbawa. Cuaca di Selat Alas lumayan cerah dengan sedikit arus laut yang sedang-sedang saja dengan sedikit goyangan kapal yang bagi saya goyangan yang sedang-sedang saja, tidak begitu besar. Tetapi pada saat ditengah laut, gelombang laut cukup besar sehingga membuat kapal yang kami tumpangi sedikit oleng kiri kanan. Gak masalah asalkan kapalnya dalam kondisi yang cukup baik untuk berlayar. Setelah dua jam berlayar dari Pelabuhan Kayangan, akhirnya kapal kami pun sampai di Pelabuhan Poto Tano. Welcome Sabalong Samalewa.
Pulau Sumbawa yang terlihat dari atas kapal ferry

Pelabuhan Poto Tano,Sumbawa

Pelabuhan Poto Tano

Kapal segera bersandar di dermaga yang sudah disiapkan dan satu persatu kendaraan segera keluar dari parkiran di dalam kapal. Kalo boleh cerita sesudah sampai di Pulau Sumbawa, suasananya pun akan berbeda karena deretan bukit-bukitnya yang cukup gersang, bentuk rumahnya yang khas yaitu rumah panggung dan bahasanya pun berbeda dengan bahasa di Pulau Lombok. Itulah keistimewaan yang ada di Pulau Sumbawa. Selanjutnya bus travel kami segera meninggalkan Pelabuhan Poto Tano dan selanjutnya berjalan menuju Kota Sumbawa Besar. Di sepanjang jalan pemandangannya indah sekali, melewati hutan mangrove, melewati pinggiran pantai, bukit-bukit serta perkampungan warga asli Sumbawa. Rute yang kami lewati dari Pelabuhan Poto Tano yaitu Pelabuhan Poto Tano kemudian bertemu dengan pertigaan, ambil rute yang menuju Sumbawa Besar, selanjutnya melewati Desa Labuhan Mapin, Desa Alas, Desa Utan, Labuhan Badas dan akhirnya sampai di Kota Sumbawa Besar. Perjalanan memakan waktu kira-kira dua jam sampai di kota tujuan.
Welcome Pelabuhan Poto Tano

Sesampai di Kota Sumbawa Besar, saya dan keluarga segera turun di salah satu hotel " Hotel Tambora" yang terletak di sebelah barat kantor Bupati Sumbawa Besar. Hotel ya berkelas melati, tapi sangat nyaman dan bersih, kamarnya pun luas, ada AC dan TV plasmanya pula. Kebetulan saat itu malam minggu jadi kami bermalam minggu di Sumbawa Besar. Tujuan pertama saya dan keluarga yaitu makan di warung sate khas Madura karena di Sumbawa Besar banyak pedagang sate madura yang berhijrah kesini. Ada untungnya juga mereka berjualan disini, jadi bisa merasakan enaknya sate dan soto kambing dan ayam khas dari Madura tanpa harus naik pesawat ke Pulau Madura sana.he..he..he.. Tidak hanya satenya saja yang enak tapi soto dan es campurnya juga tidak kalah enaknya, Jadi pas saat itu saya memesan semua menu yang ada, rakus pas saat itu gak apa-apa. Kapan lagi ada kesempatan ke Sumbawa Besar kalo bukan sekarang. he..he..he.
Makan sate dan soto kambing khas Madura

Sehabis makan, saya beserta keluarga berkunjung ke rumah salah satu kerabat yang sudah kami anggap saudara sendiri. Disana saya bertemu dengan teman bermain sejak kecil karena dulu saya sempat tinggal di Sumbawa Besar. Ada rencana besok pagi kami semua mau ke peternakan sapi milik bapak yang kebetulan di pelihara oleh Om Din namanya. Om Din beserta keluarganya ini udah kami anggap satu keluarga. Beliau punya tiga orang anak yang sudah besar-besar dan dua diantaranya sudah menikah dan memiliki masing-masing satu orang anak. Pertemuan malam pada saat itu sangat seru, saling menceritakan pengalaman hidup masing-masing, kalo istilah sekarangny itu ya curhat. Saking asyiknya bercerita satu sama lain gak terasa malam semakin larut, saya beserta keluarga segera pamit untuk kembali ke hotel. Sebenarnya sih disuruh menginap di rumah om, tapi kami tidak mau merepotkan mereka. Akhirnya kami segera pamit dan menuju hotel.
Peternakan Sapi

Pemandangan di bukit tempat peternakan sapi

Esok paginya saya beserta keluarga menuju rmh om lagi dan bareng-bareng pergi ke peternakan sapi. Sapi-sapinya besar-besar dan sehat-sehat dan tempat ternaknya di atas bukit jadi sangat bagus buat tempat tinggal sapi. Sekitar satu jam an di peternakan sapi, kami pun segera menuju rumah salah satu anak dari Om Din,namanya Kak Win. Orangnya sangat baik dan ramah, istrinya juga sangat ramah. Kami semua makan siang di sana, habis makan siang kami ngobrol-ngobrol sambil minum kopi hangat. Maknyuusss rasanya !!!.
Tidak terasa waktu sudah menjelang sore. kami pun segera balik ke rumah Om Din untuk siap-siap balik ke Mataram lagi. Walaupun cuma satu hari di Sumbawa Besar tapi saya sudah cukup puas. Akhirnya malam pun tiba dan bus travel datang menjemput kami sekeluarga. Saya dan keluarga berpamitan dengan Om Din dan keluaraganya. Bus travel yang kami tumpangi akhirnya meninggalkan Kota Sumbawa Besar. Sampai bertemu di lain kesempatan lagi Sumbawa Besar.. Thank You .....
Keluarga besar Sumbawa Besar

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar